Bahasa Indonesia

Hari Raja di Belanda dan Tradisi Oranye

Baca artikel ini dalam bahasa Inggris atau Bahasa Indonesia. Ketahui sejarahnya dalam bahasa pilihan Anda!

Jawaban Singkat
Hari Raja atau Koningsdag dirayakan setiap tanggal 27 April di seluruh Belanda untuk memperingati ulang tahun Raja Willem Alexander. Pada hari ini, seluruh negeri berubah menjadi lautan oranye, penuh dengan pasar jalanan, musik, dan suasana perayaan yang terasa di setiap sudut kota.

Kenapa Belanda Berwarna Oranye?

Kalau pernah melihat Belanda di akhir April, satu hal langsung terasa mencolok: semuanya oranye. Bukan hanya beberapa orang, tapi hampir semua orang. Dari anak kecil sampai orang tua, dari warga lokal sampai pengunjung yang datang dari berbagai negara, semuanya ikut larut dalam suasana yang sama.

Warna oranye bukan sekadar pilihan gaya. Ini adalah simbol yang sudah melekat sangat dalam dalam sejarah Belanda. Semuanya bermula dari Willem van Oranje, tokoh penting dalam perjuangan kemerdekaan Belanda melawan Spanyol pada abad ke-16. Nama “Oranje” sendiri berasal dari sebuah wilayah kecil di selatan Prancis yang diwarisi olehnya.

Dari situlah warna oranye menjadi identik dengan dinasti House of Orange Nassau, dan akhirnya menjadi bagian dari identitas nasional Belanda. Hari ini, oranye bukan hanya warna kerajaan. Oranye adalah simbol kebanggaan, persatuan, dan rasa memiliki yang kuat terhadap negara.

Hal yang sama juga terlihat saat pertandingan olahraga nasional. Ketika tim Belanda bermain, stadion akan penuh dengan warna oranye. Energi yang muncul terasa sama seperti saat Hari Raja.

Sejarah Hari Raja: Dari Hari Putri hingga Koningsdag

Perayaan ini tidak muncul begitu saja. Ada perjalanan panjang yang membentuknya menjadi seperti sekarang.

Awalnya dimulai pada 31 Agustus 1885 sebagai Hari Putri untuk merayakan ulang tahun Putri Wilhelmina. Saat itu namanya masih Prinsessedag atau Hari Putri, dirayakan dengan sederhana dengan parade kecil dan kegiatan lokal di berbagai kota.

Ketika Putri Wilhelmina naik takhta pada tahun 1890 dan menjadi Ratu, perayaannya pun berganti nama menjadi Koninginnedag atau Hari Ratu. Tanggalnya bergeser ke 30 April, mengikuti hari ulang tahunnya. Selama beberapa dekade, tanggal itu menjadi bagian dari kalender nasional yang paling dinantikan. Bahkan ketika Ratu Beatrix naik takhta menggantikan ibunya, Ratu Juliana, tanggal 30 April tetap dipertahankan meskipun ulang tahun Ratu Beatrix jatuh di bulan yang berbeda.

Perubahan besar terjadi pada tahun 2013. Ratu Beatrix turun takhta dan menyerahkan kerajaan kepada putranya, Willem Alexander. Untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu abad, Belanda memiliki raja. Ini adalah momen bersejarah karena Belanda baru pertama kalinya dalam lebih dari seratus tahun memiliki raja, bukan ratu. Dengan pergantian itu, nama perayaannya pun berubah menjadi Koningsdag atau Hari Raja, dan tanggalnya bergeser ke 27 April mengikuti ulang tahun Willem Alexander.

Nama baru, tapi semangatnya tetap sama.

Pasar Jalanan yang Menjadi Pusat Perayaan

Salah satu hal yang membuat Hari Raja terasa begitu hidup adalah pasar jalanan yang muncul hampir di setiap kota.

Bayangkan seluruh alun-alun kota, taman umum, dan jalan utama berubah menjadi pasar besar yang dipenuhi orang dengan pakaian oranye. Ada yang menjual mainan lama, buku bekas, pakaian, pernak-pernik unik, hingga makanan. Yang membuatnya istimewa, siapapun bisa berjualan. Tidak perlu izin khusus, tidak perlu bayar pajak. Warga biasa cukup menggelar kain di trotoar dan mulai berdagang. Anak-anak pun ikut, menjual mainan yang sudah tidak mereka mainkan lagi.

Hari Raja ini adalah salah satu hari dimana masyarakat Belanda berkumpul, saling menyapa, berbagi cerita, dan merayakan kebersamaan berbahagia untuk rajanya.

Bagi wisatawan, pasar ini sering terasa seperti harta karun. Barang-barang antik yang tidak bisa temukan di toko mana pun banyak ditemukan disini, dengan harga yang jauh lebih ramah di kantong.

Cara Menikmati Hari Raja di Belanda

Jika berencana datang ke Belanda saat Hari Raja, ada beberapa hal yang bisa membantu membuat pengalaman terasa lebih maksimal.

Datang lebih pagi memberi kesempatan untuk menikmati pasar saat suasana masih lebih santai. Banyak hal menarik justru terlihat di pagi hari sebelum keramaian mencapai puncaknya.

Kenakan aksen warna oranye, sekecil apa pun, akan membuat suasana terasa lebih menyatu. Tidak perlu berlebihan, cukup sederhana seperti syal, topi atau hiasan rambut.

Berjalan kaki sering menjadi pilihan terbaik karena banyak jalan ditutup untuk kendaraan. Ini juga memberi kesempatan untuk melihat lebih banyak sudut kota.

Perayaan Hari Raja tidak hanya terpusat di Amsterdam. Kota-kota lain seperti Utrecht, Den Haag, dan Rotterdam juga merayakannya dengan cara yang tidak kalah meriah. Menjelajahi lebih dari satu kota bisa memberi perspektif yang berbeda. Setiap kota punya cara merayakan yang unik.

Siapkan uang tunai. Sebagian besar pedagang di pasar kaget tidak menerima pembayaran digital. Uang tunai dalam pecahan kecil akan sangat membantu agar transaksi berjalan lancar.

Yang paling penting, nikmati alurnya. Hari Raja bukan tentang mengejar tempat, tapi tentang merasakan suasana. Koningsdag adalah salah satu dari sedikit hari di mana orang Belanda yang biasanya kalem dan reserved benar-benar membuka diri. Musik mengalun dari mana-mana, orang menari di jalanan, tawa terdengar di setiap sudut.

Tips Praktis untuk Hari Raja

  • Transportasi umum pada hari itu biasanya sangat penuh dan jadwalnya bisa berubah karena beberapa rute ditutup untuk mengakomodasi parade dan kerumunan. Cek jadwal terlebih dahulu dan pertimbangkan untuk berjalan kaki atau menyewa sepeda, yang memang merupakan cara paling menyenangkan untuk berkeliling Belanda. Pilih kota sesuai suasana yang diinginkan, Amsterdam paling ramai, kota lain terasa lebih santai
  • Akomodasi di kota-kota besar seperti Amsterdam pada tanggal 27 April biasanya sudah habis jauh-jauh hari. Kalau berencana menginap, pesan setidaknya dua hingga tiga bulan sebelumnya. Pertimbangkan untuk menginap di kota kecil terdekat dan masuk ke kota besar untuk merayakan.
  • Cuaca akhir April di Belanda bisa tidak menentu. Bawa jaket tipis yang mudah dilipat, dan selalu sedia payung kecil di tas. Hujan gerimis tidak akan menghentikan perayaan, tapi pasti tidak ada yang mau basah kuyup sepanjang hari.
  • Siapkan uang tunai untuk transaksi di pasar jalanan

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan tentang Hari Raja di Belanda

Kapan Hari Raja dirayakan di Belanda?

Hari Raja dirayakan setiap tanggal 27 April. Jika jatuh pada hari Minggu, biasanya dipindahkan ke tanggal 26 April.

Apakah pengunjung bisa ikut berjualan di pasar jalanan?

Secara umum terbuka untuk siapa saja, tetapi beberapa kota memiliki aturan lokal yang perlu diperhatikan.

Kota mana yang paling ramai saat Hari Raja?

Amsterdam menjadi pusat perayaan terbesar, tetapi kota seperti Utrecht dan Leiden juga menawarkan pengalaman yang sangat menarik dengan suasana yang lebih nyaman.

Apakah Hari Raja cocok untuk keluarga?

Sangat cocok. Banyak aktivitas yang melibatkan anak-anak, termasuk pasar kecil dan pertunjukan jalanan.

Di Mana Bisa Cek dan Merencanakan

Jika ingin merencanakan perjalanan saat Hari Raja, ada beberapa hal yang bisa mulai dipertimbangkan.

Akomodasi di kota besar biasanya cepat penuh, jadi mencari pilihan di kota sekitar seperti Haarlem atau Delft bisa menjadi alternatif yang menarik. Selain lebih terjangkau, suasananya juga terasa lebih lokal.

Transportasi antar kota di Belanda cukup mudah dengan kereta. Perjalanan antar kota bisa dilakukan dalam waktu singkat, sehingga memungkinkan untuk merasakan suasana di beberapa tempat dalam satu hari.

Aksesori berwarna oranye biasanya mulai dijual beberapa minggu sebelum Hari Raja. Toko lokal dan pasar menjadi tempat yang tepat untuk menemukan sesuatu yang sesuai dengan suasana.

Untuk rencana perjalanan yang lebih lengkap, berbagai platform perjalanan dan panduan lokal bisa membantu menyusun rute yang sesuai dengan minat dan waktu yang tersedia.

Momen yang Lebih dari Sekadar Perayaan

Ada sesuatu yang sulit dijelaskan dengan kata-kata ketika di tengah-tengah Koningsdag atau Hari Raja. Ini bukan hanya tentang warna oranye yang terlihat di mana-mana, atau pasar yang penuh dengan barang unik.

Ini tentang momen ketika ribuan orang yang sama sekali tidak saling kenal, tapi merasa terhubung satu sama lain. Semua orang tertawa, semua orang berbahagia merayakan hari Raja. Mereka bersama-sama memelihara sebuah identitas, sejarah, rasa bangga yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Kalau kamu sedang merencanakan perjalanan ke Eropa dan ingin merasakan pengalaman budaya yang benar-benar berbeda dari kunjungan museum atau wisata arsitektur biasa, pertimbangkan untuk menjadwalkan perjalananmu di akhir April. Koningsdag bukan sekadar acara tahunan. Ini adalah kesempatan langka untuk melihat sebuah bangsa merayakan ulang tahun Raja nya dengan sepenuh hati.

Kolaborasi
Artikel ini tidak menggunakan tautan afiliasi berbasis cookie. Twinkle So Bright bekerja melalui kolaborasi berbayar yang transparan, seperti sponsored story atau penempatan tautan natural yang relevan dengan isi konten. Jika Anda tertarik untuk berkolaborasi dalam artikel ini, silakan hubungi Puspita  untuk mendiskusikan ketersediaan dan rate kerja sama.

About the writer: Diah Puspito Rahayu
Mom and creator of Twinkle So Bright. I share simple family travel stories, shopping tips, and the real products we use.

More about me · Nasi en Stamppot on YouTube · Twinklesobright on YouTube
Home » Hari Raja di Belanda dan Tradisi Oranye

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *