Bahasa Indonesia

Pindah Ke Negara Yang Jauh

Some journey take us far from home. Some adventures lead as to our destiny -C.S. Lewis, The Lion, the Witch and the Wardrobe

Halo Twinklers,
Kali ini aku akan menulis dalam bahasa Indonesia. Tema nya tentang apa saja yang harus kalian pikirkan saat kalian memutuskan pindah ke negara yang jauh.

Aku mendapat banyak komentar beragam, saat aku mengunggah foto-foto keseharian tinggal di negara maju yang jaraknya sangat jauh dari negara asalku. Ada yang senang karena bisa menjadikannya referensi saat mereka bepergian tetapi ada juga yang iri. Takdir masing-masing orang memang berbeda. Aku juga banyak menerima pesan di chat pribadi tentang permintaan untuk dicarikan jodoh, agar bisa juga tinggal disini.

Aku orang Indonesia, tinggal di Belanda. Negara ini memang sangat nyaman ditinggali. Negara kecil yang kemerataan pembangunannya sangat baik. Dari bidang sosial, kesehatan, pendidikan dll.

Jujur saja, sebagai perempuan, istri dan ibu aku senang tinggal disini. Tetapi apa yang kurasakan tentu tidak sama dengan orang lain. Ada banyak alasan yang membuatku betah di Belanda.

Di Belanda aku dan anak-anak ku tidak dipandang berbeda dengan mereka yang berkulit putih. Kesempatan sekolah dan bekerja sama saja asal memenuhi syarat yaitu bisa berbahasa Belanda. Walaupun anak-anak bersekolah di sekolah berbasis internasional tetap saja mereka harus fasih berbahasa Belanda. Aku pikir ini wajar, kita tinggal di negara yang mempunyai bahasa nasional, jadi bisa berbahasa Inggris saja tentu jauh dari cukup.

Fasilitas kesehatan dan kewajiban mempunyai asuransi yang tata laksana nya diatur sangat mudah tanpa antrian yang berjam-jam. Infrastruktur yang baik dan memungkinkan penduduk menggugat pemerintah setempat jika fasilitas umumnya tidak layak apalagi sampai menyebabkan kecelakaan. Ini terjadi pada mertua ku sendiri. Saat dia bersepeda, terpeleset jatuh di jalan yang berkerikil, tulangnya patah. Dia mengajukan gugatan dan menang tanpa proses yang bertele-tele.

Ya, seperti yang pasti kalian juga sangat tahu, semua orang di Belanda tidak enggan menggunakan sepeda dalam kondisi cuaca apapun, profesi apapun, umur berapapun. Kebiasaan bersepeda ini membuat Belanda menjadi negara yang bersih. Langitnya jernih sekali. Aku selalu berharap setelah semua proses infrastruktur jalan di Indonesia selesai, pemerintah Indonesia juga memikirkan tentang jalan sepeda. Ini sangat membantu meringankan beban finansial per bulannya. Gratis dan sehat.

Tetapi apapun kebaikan tentang Belanda yang bisa kusebutkan pada kalian, ada hal yang harus kalian pikirkan saat kalian ingin pindah ke sini atau ke negara yang jauh lainnya. Tentang kendala bahasa, cuaca, makanan, teman baru itu adalah hal yang tidak sulit dilalui. Ada beberapa poin yang menurutku paling penting. Yaitu berikut ini:

  • Jika kalian biasa punya ART, pak tukang kebun, penjaga bayi, sopir dan asisten-asisten pribadi lainnya, bersiaplah melakukan semua hal sendiri. Disini gaji profesi apapun dibayarnya per jam. Jadi bayangkan harus punya uang berapa banyak untuk gaji ART yang tinggal di rumah 24 jam? Ini adalah hal yang hampir tidak mungkin dilakukan disini. Tetapi percayalah, tanpa mereka pun sebenarnya hidup tidak semenakutkan itu kok. Aku bisa dan biasa-biasa saja. Dengan 4 orang anak laki-laki, 2 ABG, 2 anak kecil, semua lancar aman terkendali.
  • Jika kalian masih mempunyai orang tua lengkap, dan saudara khususnya kandung, maka bersiaplah tidak bisa pulang setahun sekali saat hari raya besar agama. Bisa jadi karena tiket yang sangat mahal berikut dana oleh-olehnya untuk satu keluarga komplit, bisa jadi karena libur hari besar( seperti misalnya lebaran )  yang tidak tepat tanggalnya dengan hari libur sekolah/kerja. Untuk aku, karena dulu sangat lama bekerja di bidang transportasi, jadi tidak pulang pada hari raya adalah hal yang biasa.
  • Menjadi lah tangguh setangguh-tangguhnya. Karena hidup sendiri di negara orang artinya, jika kita kerepotan, keluarga di Indonesia tidak akan bisa membantu karena dari Indonesia ke Belanda harus mengurus visa tidak bisa langsung datang. Sebaliknya jika ada kerepotan keluarga di Indonesia, kita juga sulit membantu karena besar biaya tiket ke Indonesia. Hidup di Belanda sangat mahal, jadi menabung adalah cara yang paling bijaksana. Bisa jadi saat tabungan belum terkumpul, tiba-tiba ada kerepotan di Indonesia. Maka bersiaplah berbesar hati, membantu hanya dengan doa tanpa bermaksud lari dari kerepotan-kerepotan keluarga di Indonesia.
  • Poin paling penting dan sebenarnya tidak ingin kutulis tetapi harus kutulis adalah, jika ada berita kedukaan. Besar kemungkinan kita akan ketinggalan acara penghormatan terakhir walaupun kita buru-buru pulang saat mendengar kabar, terutama untuk kalian yang Muslim.

Jadi Twinklers, semua keputusan pasti mempunyai kebaikan dan kekurangannya. Mengetahui bagaimana kemampuan kita bertahan hidup sendiri di negara yang jauh adalah hal paling utama harus dipikirkan sebelum mengambil keputusan. Pergi pindah ke negara lain bukanlah keputusan main-main. Bukan karena iming-iming orang lain, bukan karena melihat foto-foto orang lain. Banyak hal perlu digali tentang negara tujuan sebelum pergi. Banyak hal juga perlu dipertimbangkan sebelum tiket dibeli dan jutaan hal lain ditinggalkan. Masihkah tertarik dicarikan jodoh orang Belanda setelah membaca ini hanya karena ingin pindah ke negara yang jauh? 🙂 Ah…kalian ini…sebaiknya sih jangan se emosi itu berpikirnya. Bahagia itu bukan karena kita tinggal di suatu tempat tertentu, mempunyai suami dari asal tertentu dst. Bahagia itu kita yang membuatnya sendiri setiap hari, kan? Dimanapun kita,

There is always something to be thankful for. Awake, Blessed, and Grateful 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *