fbpx
Hak waris
Bahasa Indonesia

Mengurus Surat Pernyataan Waris

Hi Twinklers, tulisan kali ini akan berbeda dengan tulisan-tulisan sebelumnya. Kali ini adalah tentang hal yang masih sangat tabu dibicarakan orang walaupun pasti terjadi pada setiap orang. Tentang apa yang perlu kalian ketahui jika kita terlibat dalam hak waris otomatis pada orang yang meninggal.




Berbicara tentang warisan sebelum orang orang yang mempunyai harta meninggal adalah hal yang kurang pantas dibicarakan pada masyarakat Indonesia. Sehingga membuat surat wasiat adalah hal yang tidak umum. Yang lebih sering terjadi adalah orangnya meninggal dahulu kemudian ahli warisnya datang mengaku di kantor kelurahan untuk dibuatkan surat. Mudah saja kelihatannya. Tinggal datang bersama di kelurahan bersama-sama dan menyerahkan kartu keluarga dan KTP. Memang mudah, jika semua ahli warisnya tinggal di kota yang sama dan dalam keadaan sehat bisa berjalan sendiri ke kelurahan. Tetapi jika tidak?

Jadi ini adalah ceritaku dan apa yang kuketahui tentang bagaimana mengurus surat ahli waris dari kelurahan.




Surat Pernyataan Waris

Bapakku baru saja meninggal. Anak bapak ada dua. Aku tinggal di Belanda dan adekku tinggal Jakarta. Setelah Bapak meninggal dan akta kematian diterbitkan, Ibu pergi ke kelurahan untuk meminta dibuatkan surat pernyataan waris. Bapak masih mempunyai tabungan atas nama Bapak yang perlu diambil, dan satu buah mobil tua yang pajaknya hampir berakhir.

 

Di jaman yang sebenarnya sudah sangat modern ini, ahli waris tetap harus datang ke kelurahan bersama-sama dan menandatangani surat pernyataan waris disaksikan oleh saksi dan difoto saat melakukan penandatanganan juga saat selesai melakukan penandatangan. Bayangkan jika anak-anak sudah tinggal atau bekerja di luar kota dan luar negeri. Untuk bertemu bersama-sama di kelurahan adalah hal yang bisa jadi sangat sulit. Bisa jadi terbentur besar biaya beli tiket, perolehan ijin / hak cuti, keadaan kesehatan, atau keadaan rumah tangga masing-masing seperti jika mempunyai anak kecil dsb.




Lama Pengurusan Surat Pernyataan Waris

Keberadaan fasilitas video call tidak bisa dilakukan sebagai pengganti acara sidang  waris di kelurahan. Tanda tangan diatas materai bersama-sama tetap harus dilakukan. Aku mendengar beberapa cerita tentang kebijakan masing-masing kelurahan untuk masalah-masalah ahli waris yang tidak bisa berkumpul bersama-sama. Ada yang sangat kaku sekali, pokoknya harus berkumpul bersama, bayangkan akan betapa repotnya dan lama menyesuaikan jadwal pertemuan keluarga di kelurahan ini.

 

Tetapi ada juga kelurahan yang mau membantu, mengirimkan dokumen surat peryataan waris kepada ahli waris yang tinggal di luar kota/negeri. Surat kemudian ditanda tangani di rumah dan di foto di rumah beserta surat pernyataan yang menerangkan tidak bisa hadir di sidang waris kelurahan. Setelah itu surat tersebut dikirim kembali ke keluarga yang bersangkutan untuk diserahkan ke kelurahan. Di kelurahan hanya akan hadir ahli waris yang bisa datang saja. Surat-surat tersebut dikumpulkan dan surat pernyataan waris selesai dibuat di kelurahan untuk kemudian disahkan oleh kecamatan. Bayangkan jika anggota keluarga hanya berbeda kota, jika berbeda negara? Hitung saja berapa lama waktu untuk pengiriman kembali surat tersebut.

Pertikaian Bisa Muncul

Bagi orang-orang tua jaman dahulu, bisa memberikan aset harta tidak bergerak atau harta tidak bergerak adalah kebanggaan. Tanah, rumah, mobil dsb. Tetapi jaman sudah berubah. Peninggalan aset-aset tersebut sebenarnya hanya akan menghabiskan waktu dan merepotkan karena melalui proses penjualan terlebih dahulu. Tentu di dalam proses penjualan tersebut juga akan ada biaya waktu dan materi. Harus dipikirkan bersama harga jualnya dan mungkin setiap ahli waris mempunyai pendapat yang berbeda-beda.

 

Untuk pembagian hak waris ini sebenarnya bisa diantisipasi dengan pembuatan surat wasiat di depan notaris. Di surat wasiat ini si pemberi waris bisa membagi hartanya sesuai kemauannya sendiri tanpa diketahui orang lain sampai dia meninggal. Hal ini bermanfaat untuk menghindari pertikaian dalam hal pembagian. Tinggal menurut saja seperti yang sudah ditulis di surat wasiat. Sayangnya pembuatan surat wasiat ini tidak umum dilakukan oleh orang Indonesia. Yang lebih sering terjadi adalah semua keluarga duduk bersama dan membahas nilai penjualan, cara dan hasil pembagian secara kekeluargaan. Masalah tidak akan muncul jika semua keluarga bisa duduk bersama tetapi masalah akan timbul jika pada dasarnya keluarganya tidak rukun.

Harta Warisan Paling Mudah

Saat ini warisan paling mudah untuk dipindah tangankan atau dibagi kepada penerima hak waris adalah emas. Emas atau perhiasan bisa langsung dijual sesuai dengan harga pasarannya saat itu, juga tidak perlu dibalik nama. Siapapun bisa menjualnya langsung. Hal lain paling mudah adalah tabungan di bank yang menggunakan kartu ATM. Bank memang selalu menginstruksikan kepada semua nasabah bahwa PIN adalah pribadi dan rahasia. Tetapi sebenarnya PIN ATM bisa dicatat di tempat rahasia atau pribadi di rumah dan hanya boleh dibuka saat nasabah tersebut meninggal. Proses ini jauh memudahkan pengambil alihan dana oleh ahli waris tanpa harus repot mengurus surat keterangan ahli waris ke kelurahan yang harus disetorkan ke bank secara manual untuk mendapatkan tabungan nasabah yang sudah meninggal.

 

Aku mendengar banyak cerita tentang orang tua yang ingin tetap memiliki banyak hartanya sampai dia meninggal. Ada juga orang tua yang memutuskan melepaskan hartanya kepada anak-anaknya saat dia merasa sudah tua, kemudian tinggal bersama dengan anak-anaknya bergiliran. Tetapi tidak semua keluarga diberkati dengan keharmonisan dan masalah warisan ini akan muncul di kemudian hari.

Perubahan Jaman



Karena masalah-masalah administratif, operasional dan kemungkinan pertikaian bisa terjadi akibat masalah hak waris diatas sudah saatnya kita merubah pola pikir dan perencanaan saat kita tua. Terbuka mencatat semua aset yang kita punya, dan membuat perencanaan pada surat wasiat resmi di notaris adalah alternatif terbaik. Surat wasiat ini harus terus diperbarui jika kita mempunyai aset atau investasi baru agar semua catatan menjadi benar. Tetapi jika ternyata Tuhan mengijinkan kita panjang umur dan tua, ada baiknya memudahkan ahli waris dengan mengganti aset-aset besar seperti rumah dan mobil menjadi aset-aset yang jauh lebih mudah pemindahan tangannya.

Semoga tulisan ini bisa diambil sisi baiknya dan mari berpikir lebih jauh untuk kebaikan anak-anak kita.


*Disclaimer: Please note that some of the links in this post are affiliate links and I will earn a commission if you purchase through those links. This cost you nothing extra. Thanks for supporting this site!


Personal shopping service:

We understand that not everybody have time to go shopping but you have to take care your outfit every day.We love helping you find the perfect piece, the one that makes you feel as great as you look.  Ask us anything here!

2 Comments

  • Yoes Mahendra

    Hi Puspita, terimakasih untuk tulisan yg sangat menginspirasi. Sebagai tambahan, sekarang trend yang anti ribet selain emas adalah mempunyai papper asset berupa uang pertanggungan jiwa produk asuransi. Selain menghindari potensi konflik dengan para penerima manfaat atau ahli waris juga prosedurnya yang lebih praktis.
    Benar juga ulasanmu tentang masih “tabunya” membahas masalah waris dan kematian bagi sebagian dari masyarakat kita, tetapi tugas kita bersama bercerita dan membagi pencerahan.

    Salam.

    • Puspita

      Hi Yoes Mahendra terimakasih komen dan tambahan informasi alternatif investasi yang lebih kekinian. Semoga yang membaca post ini juga membaca usulan Yoes Mahendra untuk lebih detil tentang apakah papper asset itu sendiri. Sukses ya Yoes Mahendra 😉

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *